Di bawah langit malam yang kelam, Lynx, Ling Mei, dan Zhen Huan bergerak dengan cepat menuju perbatasan Kota Huoling. Dari kejauhan, mereka sudah bisa melihat kobaran api kecil, terdengar jeritan, serta suara kaca pecah dan benda-benda yang dihancurkan.

Sebelumnya saat mereka sedang bercakap-cakap, salah seorang anak buahnya yang bertugas menjadi mata-mata di perbatasan datang dengan panik dan terluka.

Zhen Huan yang sedang bersama Lynx dan Ling Mei segera berdiri. "Apa yang terjadi?"

Di antara napasnya yang tersengal, anak buah itu melaporkan, "Di perbatasan… banyak warga mulai bertingkah aneh dan menjadi agresif… Siapa pun yang menyentuh mereka juga ikut terpengaruh dan menjadi liar!"

Ruangan itu langsung dipenuhi ketegangan. Lynx dan Ling Mei saling berpandangan, menyadari bahwa ini bukan masalah biasa.

Zhen Huan menghela napas berat. "Sepertinya kita tidak punya waktu untuk berbicara lebih lama. Aku harus segera menangani ini."

Lynx berdiri. "Kami ikut."

Zhen Huan menatapnya sejenak, lalu mengangguk. "Baiklah. Ayo pergi sekarang."

Tanpa membuang waktu, mereka semua segera bergerak menuju perbatasan, di mana situasi tampaknya sudah semakin memburuk.

Saat mereka tiba, pemandangan yang ada di depan mata jauh lebih buruk dari yang mereka duga. Puluhan warga mengamuk dengan mata yang berkilat aneh, penuh kemarahan yang tidak wajar. Mereka berteriak liar, menghancurkan rumah, menyerang siapa pun yang ada di dekatnya.

"Ini…" Zhen Huan mengerutkan alis.

Lynx memperhatikan lebih seksama. Setiap kali seseorang yang sudah berubah menyentuh orang lain, energi berwarna hitam kehijauan merembes ke tubuh korban, dan tak lama kemudian, orang itu ikut mengamuk, seolah kehilangan akal sehatnya.

"mereka terkena infeksi energi iblis," ujar Lynx cepat. "Siapa pun yang terkena kontak langsung akan terpengaruh."

"Lihat, dia tidak lagi mengenali kawan atau lawan, semua manusia yang belum terinfeksi diserang oleh mereka." kata Zhen Huan setelah menganalisa keadaan.

"Kalau begitu, kita harus menghindari kontak langsung!" kata Ling Mei, matanya berkilat tajam.

Namun, ada banyak warga yang masih sadar dan ketakutan, berlari tanpa arah. Lynx, Ling Mei, dan Zhen Huan segera bergerak menyelamatkan mereka.

"Lari ke dalam kota!" teriak Zhen Huan, menarik seorang ibu tua dari bahaya.

"Hati-hati! Jangan lukai mereka. Kita tidak tahu apa yang terjadi." Zhen Huan mengingatkan.

Lynx dan Ling Mei menganggukkan kepala tanda mengerti, dan mereka segera mendatangi orang-orang yang sedang mengamuk.

Ling Mei menghunus pedangnya, menangkis serangan orang-orang yang mengamuk tanpa melukai mereka. Ia memukul mundur mereka dengan energi spiritual, tetapi semakin banyak yang menyerang, semakin sulit untuk menghindari kontak fisik.

"Ling Mei, berhati-hatilah!" Kata Lynx dengan nada penuh perhatian. Dia mengkhawatirkan kondisi Ling Mei.

Namun Ling Mei tidak menghiraukan Lynx dan bergerak semakin masuk kearah kerumunan.

Lynx menggunakan kelincahannya untuk menghindari serangan sembari mengarahkan warga yang masih sadar ke tempat yang lebih aman.

"Ling Mei, jangan kesana. Bahaya..." teriak Lynx. Namun Ling Mei yang percaya diri dengan kemampuannya tidak menghiraukannya. Dia melampiaskan rasa sakit yang dirasakan di hatinya kepada para penduduk yang sedang mengamuk, walaupun dia tetap berusaha untuk tidak melukai mereka.

Namun, keadaan berubah menjadi semakin sulit.

Dari kerumunan yang mengamuk, tiba-tiba beberapa orang menerjang Ling Mei sekaligus.

Lynx dan Zhen Huan yang melihat berusaha datang menolong, tetapi Ling Mei yang masih dipenuhi perasaan marah dan sakit hati, sedikit kehilangan fokus.

Dan saat itu juga, salah satu dari mereka menyentuhnya.

Lynx dengan kecepatannya, segera menerobos kedalam kerumunan dan menggunakan kekuatannya untuk mendorong para penduduk agar menjauh.

Namun Lynx melihat tubuh Ling Mei bergetar sesaat. Dia terlambat menolong Ling Mei.

Seketika, energi hitam kehijauan menyelimuti tubuh Ling Mei. Tatapan matanya berubah tajam, penuh kebencian yang tak wajar. Aura dinginnya yang biasanya terkendali kini bergejolak liar, dan energi ganas meledak dari tubuhnya.

Zhen Huan yang sudah datang mendekat untuk menolong segera mundur kembali. "Ling Mei!"

Namun, wanita itu tidak menjawab. Ia menatap lurus ke arah Lynx, bibirnya melengkung dalam ekspresi marah yang dingin.

"Kau…" suaranya terdengar rendah dan penuh kemarahan yang tak wajar. "Kau sudah menikah… tapi masih berani mendekatiku?"

Lynx langsung menyadari sesuatu. Emosi Ling Mei yang sebelumnya sudah tidak stabil membuatnya lebih mudah terpengaruh oleh energi jahat ini.

"Dia kehilangan kendali!" seru Zhen Huan.

Namun, sebelum mereka bisa berbuat sesuatu, Ling Mei mengangkat tangannya dan langsung menyerang Lynx dengan telapak penuh qi emas pekat.

Lynx yang sedang bimbang melihat situasi Ling Mei, nyaris tidak sempat menghindar saat ledakan energi menghancurkan tanah tempatnya berdiri. Namun serangan yang diluncurkan membuat penduduk yang mengamuk dan berada didekat tempat itu terlempar menjauh terkena tekanan udara akibat energi spiritual yang dilepaskan.

"Aku harus membawanya pergi dari sini," pikir Lynx.

Ia tidak bisa membiarkan Ling Mei mengamuk di sini, kekuatan Master Foundation Emas Hitam terlalu besar. Jika mereka bertarung di dalam kota, akan ada banyak korban.

Menggunakan kecepatannya, Lynx mendekat dan dalam sekejap membawa Ling Mei pergi dengan teknik gerakan kilatnya.

Dalam hitungan detik, mereka sudah berada di luar kota, di sebuah hutan sunyi yang jauh dari pemukiman.

Lynx merasakan energi jahat dari tubuh Ling Mei berusaha memasuki dirinya. Dengan cepat Lynx mengerahkan kekuatannya. Namun kekuatan tersebut kali ini tidak berefek kepada energi jahat yang berusaha memasukinya.

Akhirnya energi jahat berwarna hitam kehijauan memasuki tubuh Lynx dan merasukinya. Namun, didalam tubuh Lynx, kekuatan istimewa tubuh Lynx bereaksi.

Tubuh Lynx sudah dibentuk ulang dan pernah dibakar dalam proses pembentukan yang terjadi secara berulang-ulang sehingga menjadi tubuh yang sangat istimewa, sehingga ketika energi jahat tersebut masuk kedalam tubuh Lynx, segera lenyap terbakar.

"Huft... hampir saja." pikir Lynx. Dia langsung cemas memikirkan kekuatan energi sakti andalan yang dimilikinya tidak dapat digunakan untuk melawan kekuatan tersebut.

Tiba-tiba saja, Lynx merasakan bahaya mendekatinya.

Ling Mei mengayunkan pedangnya dengan kekuatan luar biasa. Cahaya emas berkilat, menciptakan gelombang qi tajam yang memotong pohon-pohon di sekitarnya.

Lynx segera menghindar, melompati cabang-cabang pohon dan berputar di udara, tidak ingin melawan balik.

"Ling Mei, sadarlah!" teriak Lynx.

Namun, Ling Mei tidak mendengar. Ia menggerakkan tangannya, menciptakan puluhan bayangan pedang yang melesat ke arah Lynx.

Lynx menghindar dengan gerakan cepat, tetapi salah satu gelombang qi menghantam tanah di dekatnya, menciptakan ledakan yang mengguncang hutan.

Ling Mei melompat tinggi, pedangnya berputar dengan cahaya menyilaukan, lalu menebas ke arah Lynx.

Lynx menghindar dalam hitungan detik, tetapi tekanan serangan itu membuat tanah di bawahnya terbelah.

"Dia semakin ganas," pikir Lynx. "Aku tidak bisa membiarkannya dalam kondisi ini terlalu lama."

Ling Mei tidak memberinya waktu untuk berpikir lebih jauh. Ia melesat ke depan dengan kecepatan luar biasa, menyerang tanpa henti.

Lynx terus menghindar, melompat dari satu titik ke titik lain, tetapi Ling Mei semakin cepat dan semakin ganas.

Matanya yang dulu selalu dipenuhi harga diri dan keteguhan kini hanya menyala dengan kemarahan tanpa kendali.

Serangannya semakin brutal, tanpa perhitungan.

"Aku tidak akan membiarkanmu mendekatiku lagi!" teriaknya sambil menghantamkan telapak tangannya ke tanah.

Sebuah gelombang qi emas meledak, menciptakan kawah besar dan menghancurkan pepohonan di sekitarnya.

Lynx melompat mundur, memikirkan strategi yang tepat untuk menyadarkannya.

"Kalau begini terus, aku tidak akan punya pilihan selain menghentikannya dengan paksa," pikirnya.

Lynx mencoba lagi menyadarkan Ling Mei. "Sadarlah! Ling Mei sadarlah!"

Namun Ling Mei tidak menunjukkan reaksi. Wajahnya terlihat semakin menunjukkan kemarahan yang teramat sangat seolah rasa benci mempengaruhi dan membuatnya harus menghancurkan orang yang membuatnya seperti itu.

Lynx segera berpikir, satu-satunya cara adalah menemukan cara untuk membebaskannya dari pengaruh energi jahat ini, dan ia harus melakukannya sebelum Ling Mei menghancurkan semuanya.

Lynx terus menghindar dari serangan brutal Ling Mei. Meskipun ia memiliki kemampuan untuk melawan, ia tidak ingin menyakiti gadis itu.

